Minggu, 23 Desember 2012

Praktik Jual Beli Naskah Kuno



Praktik Jual Beli Naskah Kuno (Manuskrip)
oleh: are fadli dan Roza Saidi Naali
12 Desember 2012
PADANG, PAMANGKEH POST-  Naskah kuno atau manuskrip merupakan salah satu  benda cagar budaya yang dimiliki Inonesia. Manuskrip ini kerap kali diperjual belikan. Transaksi jual beli naskah telah terjadi sejak zaman penjajahan Belanda. Ketika Indonesia merdeka hal itu masih saja terjadi seperti di daerah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan di Sumatera Barat kerap kali terjadi di Payakumbuah. Jika hal ini tidak pernah di antisipasi oleh masyarakat dan Pemerintah maka aksi ini akan merugikan bangsa Indonesia sendiri.
Naskah Timbuktu
salah satu contoh naskah kuno yang ada di Indonesia .

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memelihara naskah kuno tersebut, tentu akan membuat mereka merasakan kerugian yang amat besar”, tegas Eka Meigalia seorang dosen Sastra Daerah, Universitas Andalas.Sebenarnya sudah ada Undang-undang (UU) No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya yang melarang segala transaksi artefak bersejarah, termasuk naskah kuno. Serta UU no 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Akan tetapi, kesadaran masyarakat yang tidak memahami pentingnya manuskrip bersejarah membuat UU tidak berjalan dengan baik.
Jika terus menerus transaksi jual beli naskah itu dibiarkan maka naskah itu akan terus berkurang bahkan lenyap dan kita harus terima bahwa kita belum termasuk dalam kategori negara maju. karena salah satu indikator negara maju adalah kita harus peduli terhadap arsip perjalanan bangsanya.
Menurut Pramono seorang filolog yang merangkup dosen Jurusan Sastra Daerah, Universitas Andalas menyatakan bahwa Dalam  undang-undang yang regulasinya secara nasional  naskah kuno (manuskrip) tidak termasuk kedalam cagar budaya yang benda karena tidak ada kata-kata naskah didalamnya. Akan tetapi secara konfensional naskah kuno itu bisa dimasukan ke cagar budaya yang tak benda. Di Pulau Sumatra hanya daerah Tanjung Pinang dan Sawahlunto yang telah memiliki perda tentang pelestarian naskah (manuskrip), selebihnya belum ada”.
Tiap-tiap daerah pemerintahan kota dan kabupaten telah memulai kegiatan alih media terhadap naskah kuno dengan memindahkan isinya secara digitalisasi yang diselengarakan setiap tahun. Disumatera  Barat kegiatan alih media ini dimulai sejak tahun 2008. Kurangnya perhatian pemerintah untuk melestarikan naskah kuno membuat masyarakat secara bebas melakukan transaksi jual beli naskah sehingga mempersulit kegiatan alih media tersebut. Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk melestarikan naskah kuno (manuskrip).

Artikel Bahasa Minangkabau sebagai Bahasa Ibu


Artikel
Bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu
Oleh: Jefri Pramana Putra
Latar Belakang
Bahasa Minangkabau adalah bahasa yang dituturkan oleh orang minangkabau sebagai bahasa ibu khususnya di provinsi sumatera barat (terkecuali kepulauan mentawai), bagian barat provinsi Riau, dan Negeri Sembilan, Malaysia.[1]
Bahasa ibu (bahasa asli, bahasa pertama; secara harafiah mother tongue dalam bahasa Inggris) adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh seseorang. Dan orangnya disebut penutur asli dari bahasa tersebut. Biasanya seorang anak belajar dasar-dasar bahasa pertama mereka dari keluarga mereka.[2] Kepandaian dalam bahasa asli sangat penting untuk proses belajar berikutnya, karena bahasa ibu dianggap sebagai dasar cara berpikir. Kepandaian yang kurang dari bahasa pertama seringkali membuat proses belajar bahasa lain menjadi sulit. Bahasa asli oleh karena itu memiliki peran pusat dalam pendidikan. Banyak sekali bahasa daerah yang terdapat di Indonesia. Misalnya saja bahasa Sunda, bahasa Betawi, bahasa Batak, bahasa Minangkabau, bahasa Jawa, bahasa Ambon dan masih banyak lagi bahasa daerah yang terdapat di Indonesia. Disini penulis akan fokus membahas eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu pada saat sekarang ini dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pudarnya eksistensi bahasa Minangkabau.
Ekesistensi Bahasa Minangkabau sebagai Bahasa Ibu Pada Saat ini
          Eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu pada saat sekarang ini sudah mulai berkurang. Pada zaman sekarang ini generasi muda sudah banyak yang tak menggunakan bahasa Minangkabau dengan baik atau pun tak sama sama sekali menggunakan bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih senang berkomunikasi menggunakan bahasa gaul/fokem atau bahasa asing.
Melihat betapa pentingnya bahasa bagi masyarakat pemakainya, dan lambat laun eksistensi bahasa ibu mulai memudar sehingga menjadi perhatian dunia. UNESCO sebagai Organisasi Pendidikan, Ilmiah, dan Kebudayaan dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada bulan November 1999 menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Seharusnya kita patut bangga dan mengahargai mereka semua  yang telah membuat gagasan luar biasa seperti itu. Indonesia menunjukkan rasa kepedulian terhadap bahasa daerah, yang tuangkan dalam Pasal 36, Bab XV, UUD 1945 yang berisi di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri, yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik (misalnya bahasa Jawa, Sunda, Madura, dan sebagainya) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara juga oleh negara. Bahasa-bahasa itu pun merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup.
          Penulis ingin mengajak para generasi muda, khusunya generasi muda Minangkabau untuk mencintai dan melestarikan bahasa ibu kita. Karena bahasa itu menunjukkan identitas suatu daerah dan bahasa juga salah satu unsur kebudayaan. Jangan sampai sesuatu yang telah menjadi identitas daerah kita ini punah karena kita tidak memeliharanya.
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Pudarnya Eksistensi Bahasa Minangkabau
Sebagai generasi muda dan seorang mahasiswa Sastra Daerah Minangkabau penulis sangat prihatin akan eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu pada  saat sekarang ini, Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi memudarnya eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu di zaman sekarang ini yaitu faktor zaman, faktor sosial dan  faktor teknologi.  
Faktor zaman sangat mempengaruhi  memudarnya eksistensi bahasa Minangkabau yang notabennya sebagai bahasa ibu bagi orang Minangkabau, Karena dengan berkembangnya zaman saat sekarang ini sudah jarang generasi muda Minangkabau yang menggunakan bahasa Minangkabau dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa gaul, maupun bahasa asing untuk berkomunikasi dalam kehidupanya sehari-hari. Bahkan yang lebih parahnya lagi  mereka memandang bahwa bahasa Minangkabau atau bahasa ibu itu adalah bahasa yang jadul (Ketinggalan Jaman).
Berikutnya adalah faktor sosial yang mempengaruhi memudarnya esksistensi bahasa Minangkabau pada saat ini, Bahasa Minangkabau akan selalu eksis apabila bahasa tersebut di gunakan selalu dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu berawal dari lingkungan keluarga, karena keluarga adalah tempat yang paling tepat untuk memperkenalkan bahasa daerah pertama kali. Akan tetapi yang saat sekarang ini sering terjadi ialah banyak keluarga Minangkabau yang tak menggunakan bahasa Minangkabau dalam berkomunikasi dalam keluarganya.
Peran guru Budaya Alam Minangkabau (BAM) juga cukup mengambil andil dalam menjaga eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu. Karena bahasa dalam pelajaran BAM itu membahas tentang adat dan istiadat Minangkabau dan kebudayaan Minangkabau. Kebudayaan yang terkenal di Minangkabau yaitu dalam bentuk tradisi lisan. Oleh karena itu guru BAM disini harus dapat berkomunikasi dan menyampaikan materi pelajaran ke peserta didiknya dengan mengunakan bahasa Minangkabau. Fakta yang terdapat dalam lapangan pada saat sekarang ini banyak guru BAM yang tak pasih berbicara bahasa Mianangkabau dan ketika mengajar BAM pun menggunkan bahasa Indonesia.
Faktor teknologi juga berpangaruh besar dalam memudarnya bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu. Karena sekarang banyak sekali generasi muda Minangkabau yang mengikuti perkembanagan teknologi. Misalanya saja dalam dunia maya, banyak generasi muda Minangkabau yang mengunakan atau mengakses dunia maya tersebut. Dalam komunikasi mereka dalam dunia maya sangat jarang generasi muda Minangkabau yang menggunakan bahasa Minangkabau. Karena mereka semua itu tak ingin di bilang kampungan oleh teman-teman mereka. Oleh karena itu, mereka lebih senang berkomunikasi di dunia maya tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa gaul. Tetapi masih ada juga generasi muda sekarang  yang berkomunikasi dengan bahasa Minangkabau walaupun bahasa mereka sudah campu aduk, tak seutuhnya bahasa Minangkabau.
Penutup
        Bahasa Ibu bisa kita katakana sebagai bahasa daerah kita. Seperti halnya bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu bagi orang Minangkabau yang berada di provinsi sumatera barat (terkecuali kepulauan mentawai), bagian barat provinsi Riau, dan Negeri Sembilan, Malaysia.
            Bahasa ibu kini sudah semakin memudar eksistensinya. Banyak sekali factor yang melatar belakangi memudar eksistensi bahasa Minangkabau sebagai bahasa ibu. Seperti yang sudah penulis sebutkan di atas yaitu faktor zaman, faktor sosial, dan faktor teknologi.
Penulis ingin menghimbau untuk semua yang peduli akan eksistensi bahasa ibu. Marilah kita coba mendidik anak  untuk menggunakan bahasa ibunya dari sejak dini agar mereka bisa mengenal kebudayaan daerahnya, karena didalam budaya warisan leluhur tersebut terkandung nilai-nilai filosofis atau ajaran-ajaran yang sangat luhur mengenai kehidupan dan perilaku manusia  itu sendiri, serta dapat  tetap memegang teguh kebudayaannya tanpa meninggalkan arus  globalisasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kebudayaan nenek moyangnya.[3]
Penulis juga ingin mengimbau kepada para guru mata pelajaran mulok Budaya Alam Minangkabau (BAM) agar menyampaikan pelajaran atau berkomunikasi  dengan anak didik menggunakan bahasa Minangkabau. Karena selama ini penulis sangat sedih ketika mengetahui proses belajar mengajar Budaya Alam Minangkabau (BAM) menggunkan bahasa Indonesia tidak menggunakan bahasa Minangkabau.

   
Daftar Pustaka

----------------. (2008). “Bahasa Ibu” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_ibu. 20 desember 2012 Pukul 15.03
Rita, Neneng.(2009). Mendidik Anak Menggunakan Bahasa Ibu Sejak Dini. Dalam http://kids-tadikapuri.blogspot.com/2009/09/mendidik-anak.html. 20 Desember 2012 Pukul 15.17
---------------. (2012). “Bahasa Minangkabau” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Minangkabau. 20 Desember 2012 Pukul 15.35

---------------. (2012). “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945/Naskah asli/Penjelasan” dalam file:///H:/Penjelasan_Undang-Undang_Dasar_Republik_Indonesia_1945.htm.  20 Desember 2012 Pukul 16.23

 





[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_minangkabau
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_ibu

Selasa, 03 Juli 2012

http://itjen.kemenag.go.id/web/berita/18-berita.html
Jakarta, 11/1 (Pinmas) - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni melepas peserta lomba gerak jalan dalam rangka Hari Amal Bhakti Departemen Agama ke-63 di kantor Depag Pusat, Jl. Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Minggu pagi (11/1).
"Gerak jalan ini baik untuk kebugaran," kata Maftuh seusai mengibar bendera start peserta gerak jalan yang menempuh route berjarak 9,3 km, melalui Jalan Pejambon, Gambir, Jl. Merdeka Utara, Jl. Merdeka Barat, Jl MH Thamrin memutar di Bundaran HI kembali ke Lapangan Banteng
Ketua Panitia Praptono Zamzam melaporkan, peserta lomba gerak jalan diikuti oleh 71 regu putra-putra dari berbagai instansi di lingkungan Departemen Agama. Selain itu juga gerak jalan santai keluarga yang juga diikuti oleh Menteri Agama, Sekjen Bahrul Hayat serta pejabat eslon I lain dan eselon II."Kegiatan ini untuk meningkatkan semangat, sportivitas dan kesehatan segenap jajaran Depag," kata Kepala Biro Keuangan ini.
Ia mengatakan, kegiatan peringatan HAB Depag tahun 2009 dilaksanakan dengan sederhana tetapi penuh khidmat dan kewibawaan sesuai dengan kemampuan dan situasi yang ada serta tidak memberatkan. Kegiatan tersebut antara lain, Upacara Bendera, Penyerahan Penghargaan, Bhakti Sosial, Gerak Jalan, Senam Massal, Bazaar dan Pameran serta Tasyakuran. Bagi pemenang lomba akan memperoleh piala, hadiah dan penghargaan.
Pemenang lomba gerak jalan dalam rangka HAB ke 63 untuk beregu putra keluar sebagai Juara I Lembaga Percetakan Al Quran (LPQ) Ciawi,Juara II MAN 2 Jakarta Timur, dan Juara III Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Juara harapan I Kandepag Jakarta Timur dan Juara Harapan II MAN 3 Jakarta.
Pemenang lomba gerak jalan Beregu Putri adalah Juara I MAN 9 Jakarta, juara II MAN 6 Jakarta,dan juara III MAN 11 Jakarta. Juara Harapan I Ditjen Bimas Kristen dan Juara Harapan II Ditjen Bimas Katolik.(ks/boy)
sumber: www.depag.go.id

Kamis, 10 Mei 2012

Curhat dikit:)

awalnya aku berpikir kalau kuliah itu menyenangkan. karena yang aku sering liat di tv dan film2 kalaau kuliah itu sangat-sangat menyenagkan kita akan ketemu wanita cantik,bisa hang out setiap saat ma teman-teman, bisa cabut setiap saat pokoknya yang happy aja yang saya pikirkan tentna kuliah.
setelah saya menjalani kuliah itu sendri ternyata jauh dari khayalan saya selama ini. kuliah itu memusingkan dan membosankan. tugas numpuk, dikejar-kejar deadline oleh dosen dan yang lebih menyebalkan kalau dosen jarang masuk tapi tugas selalu jalan dan nilai yang kita dapat hanya C. sakit hati ketika itu yang kita dapatkan.
pokoknya untuk kalian yang ingin masuk dalam dunia perkulihan harus siap mental ya. dan harus nyiapin fisik untuk lembur ngerjaen tugas yang numpuk...

Minggu, 06 Mei 2012

GESIMA 8 at 4 mei 2012

Gesima 8 acara akbar mahasiswa baru fak. ilmu budaya telah berakhir.
kami panitia sangat senag karena acara kami dinyatakan berhasil oleh senior-senior kami.karena acara ini memeng dipersembahkan oleh junior untuk senior.kami kini baru menyadari arti dari semua kerja keras kami selama ini. kami disini banyak sekali mendapatkan pengalaman baruan dsini kami mersakan bahwa adanya rasa kekeluargan yang timbul sesama panitia GESIMA 8 ini.

semoga dengan berakhirnya GESIMA 8 tak lantas hubungan kekeluargan kita sesama panitia yang telah berjuang selama ini tak ikut kandas. saya berharap selaku ketua gesima 8 bahwa hubungan kekeluargaan sesama panitia bisa berlanjut samapi kapan pun.

HIDUP GESIMA 8...
GESIMA 8 uyeeehhhh:)

Rabu, 18 April 2012

GESIMA

GESIMA adalah gebyar seni mahasiswa  biasanya kalo di fakultas lain di kenal inagurasi. tapi untuk fakultas ilmu budaya nama kami adalah GESIMA. sekarang cara rutin ini sudah memasuki tahun kedelapan(8). dimana panitia tahun ini adalah angakatan 2011.susah - senang, Pro-Kontra itu sering banget terjadi di kepanitian GESIMA ini. kami maahasiswa baru belum punya pengalaman dan pengetahuan tentang apa itu GESIMA.Kami mendapatkan info dari senior-senior bahwa GESIMA seperti ini seperti itu.akhirnya kami membuat kepanitian GESIMA VIII,tapi membentuk kepanitian pun tak mudah karena syarat bisa terbentuknya panitia harus ada 70 % dari mahasiswa fib 2012,sedangkan yang hadir ketika rapat hanya 20-50 orang itu jauh dari syaarat yang ada. Alasan teman-teman yang tak datang beraneka ragam ada yang pulang kampung,takut di buly sama senior,gak mau ikut organisasi atau apaalah itu.dan setelah melewati waktu yang panjang akhirnya panitia GESIMA VIII terbentuk. masalah tak selesai sampai disini,setelah dibentuk ternyata banayk sekali kita menemukan masalah dimana ketika kita raapat yang hadir cuma 10-20,selisih paham anatar panitia,adanya perbedaan pendapat dan lain sebagainya.kita terbentuk panitia bulan november setelah terbentuk kita sempat fakum karena UAS dan liburan semester dan akhirnya kami baru mulai lagi itu bulan februari awal. pada saat itulah kami mulai panik dan binggung harus bagaimana ternyata proposal yang seharusnya udah siap ternyata belum siap dan lain sebagainya sedangkan target kita maret. setelah itu kita putuskan bahwa gesima bulan april kita mulai kerja lagi menyiapkan proposal dan sebagainya.dan ketika kita sedang berjalan untuk acaar kita ternya kita diajak bergabung oleh panitia inau FISIP and PERTANIAN.kami sangat senag karena mereka semua lebih berpenngalaman karena panitianya dari 2010 sedangkan kita dari 2011.ternyata semua itu hanya manis diawalnya saja,tiba-tiba FISIP memisahkan diri karena dia sudah lebih siap dengan sponsor utama yang menjanjikan.tinggallah panitia GESIMA dan inau PERTANIAN.komunikasi kami dan pertnian juga kurang bik karena sampai detik-detik target waktu acara kita tapi gak ada perkembangan akhirnya kami minta bangtuan dengan ESPE. awalnya berjalan baik kami bertemu anatara espe,gesima,agrinative untuk merundingkan atau menyepakati apa sajaa yang kita dapatkan dan diberikan dari pihak sponsor. sepertinya agrinative kurang mnyukai ini semua sehingga kami mendapatkan kabar bahwa agrinative memilih berdiri sendri tanpa espe dan gesima.akhirnya gesima beriri sendiri dengan bantuan mediator.itu semua belum kelar karena kami sangat terganjal oleh masalah yang sangat besar yaitu masalah DANA.hal yang paling sensitif. samapi-sampai senior kami ikut andil dalam menyelasikan masalh kami ini,kami memang salah kenpa tidak dari awal meminta bantuan senior-senior yang lebih berpengalaman.tapi tak semua senior yang peduli dengan kita.dan gak semua senior juga membantu dalam masalh kita walaupun mereka ikut bergabung rapat bersama kita,ada beberapa senior yang hanya bisa bicara:).sekarang acara kami sudah H-14 hari. dan kami harus menyiapkan uang sebesar 11juta pada H-7.
panitia sekarang sedang pusing memikirkan ini semua.selisih paham sering sekali terjadi akhir-akhir ini.semoga semua yang kita lakukan selama ini dari mengamen,muter-muter pasar nyari donatur,keluar masuk perusahaan untuk memberikan proposal dan rapat sampai malam hari,menjual rokok dari sponsor yang susah sekali lakunya dan akhirnya kami beli sendiri:)(pengorbanan demi gesima) tidak menjadi sia-sia.aminn
untuk kawand-kawand FIB semangat ya.kita pasti bisa:)

Rabu, 11 April 2012

Penanantian Yang Sia-sia

Penantianku selama ni seperti akan sia-sia saja karena tak  sedikit pun dy menghiraukan ku
jujur selama ini aku masih menunggumu,aku sampai saat ini belum bisa membuka hatiku kembali untukku wanita lain karena di hatiku hanya ada namamu seorang.
-JerzEe 011108-

Minggu, 18 Maret 2012


IBU
by 732P
ibu..
kaulah sosok wanita paling sempurna dalam hidupku
pengorbananmu sangatlah besar dalam hidupku
kau pertaruhkan nyawamu untukku
tanpa kau pikirkan bagaimana dirimu nantinya

ibu…
kualah motivator terbesar dalam hidupku
kau jaga dan kau rawat aku dengan setulus hatimu
tanpa pernah sedikitpun kau mengeluh
kau selalu memikirkan bagaimana keadaan anak-anakmu
tanpa pernah kau berpikir bagaimana keadaanmu sendiri

ibu...
bagaimana aku bisa membalas jasa-jasamu ini
kau telah memberikanku sagalanya selama ini
walau ku berikan seisi dunia ini untukmu
itu semua belumlah cukup untuk menganti semua jasa-jasamu selama ini ibu
beribu-rib terimakasih ku ucapakan untumu ibu..
aku tak akan membuatmu kecewa atas semua pengorbananmu selama ini untukku
aku akan membuatmu bahagia dengan keberhasilan ku nanti
mother I love you so much.